![]() |
Fota ini diambil didepan Masjid Al Muttaqin Jalan Karya Simpang Makmur Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat, Jumat (24/11/2023) siang. |
MAJALAHJURNALIS.Com (Medan) - Program
pembangunan drainase yang dilakukan Pemerintah Kota Medan adalah program yang
sangat baik dalam rangka mengatasi banjir di Kota Medan.
Program
ini berlangsung dibeberapa tempat di Kota Medan salah satu pengorekan paret dipinggir
jalan yang terkesan tidak bertanggungjawab dan tidak termenejemen dengan baik.
Hal
itu diungkapkan Muhammad lham, SS, SH, MH kepada Majalahjurnalis.com, Jumat
(24/11/2023) di Kantor Law Office Ilham & Fatner Jalan Bunga Raya II Asam
Kumbang Medan.
Menurutnya,
kemacatan dimana-mana dan juga akibat pengorekan tersebut menyebabkan abu menebar
kemana-mana bahkan banyak masyarakat pedagang yang merugi dampak dari kegiatan
projek pengorekan paret tersebut.
Hampir
semua sisi Kota Medan dilakukan pengorekan, dan berdampak pada kemacetan jalan
disana-sini bahkan Kota Medan terkesan sembraut. Seharusnya ini dilakukan
secara bertahap agar warga pengguna jalan dapat memilah jalan sehingga tak
terjebak macet dan bagi para pedagang tidak semua merugi.
Tindakan
yang dilakukan Walikota Medan sangat tepat guna mengatasi Banjir jika hujan
turun, akan tetapi seyogyanya dilakukan bertahap sehingga tidak menimbulkan
kesemberautan disana-sini, ungkap pengacara ini yang juga Pengamat Sosial
Sumatera Utara.
![]() |
Lokasi di Jalan Setia Baru |
Masyarakat
bingung dan merasa kesal atas pengerjaan projek projek tersebut yang lama dan
tidak tuntas dalam pengerjaannya seperti Jalan Karya Sei Agul Kecamatan Medan Barat tepatnya didepan Masjid l Muttaqin,
akses jalan sangat terganggu bagi umat muslim yang melakukan ibadah terkhusus
ibadah sholat Jumat.
Seharusnya
tempat-tempat penting, seperti rumah ibadah dan perkantoran itu lebih
diutamakan untuk diselesaikan agar kegiatan rutin tersebut tidak terganggu dan
tidak menimbulkan kemacetan.
Pengerjaan
yang tidak tuntas dan menganganya pengerjaan di paret tersebut dapat
membahayakan bagi anak-anak maupun pengguna jalan.

Lokasi di Jalan Gereja Kelurahan Sei Agul Kecamatan Medan Barat
Peran
Kepala Lingkungan (Kepling), Lurah dan Camat guna membantu mengantisipasi
terhadap bahaya yang ditimbulkan kepada warga khususnya anak-anak dan ini
kurang dilakukan oleh pejabat tersebut.
“Menurut
masyarakat program perbaikan drainase sudah baik, namun janganlah hasil yang
dikerjakan tidak tak membuat kebaikan. Masyarakat minta agar Walikota Medan segera
mengevaluasi jajarannya Kepling, Lurah dan Camat yang tidak perduli akan
keluhan warganya dan kondisi fakta yang terjadi dilapangan. Dan jika pekerjaan
sudah selesai agar ditutup kembali seperti semula, jangan ditinggalkan begitu
saja, pungkas Ilham. (TN)

0 Comments