MAJALAHJURNALIS.Com
(Surakarta) - Joko Widodo (Jokowi)
menepis tudingan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, yang menyebut revisi
Undang-Undang Komisi Pemberantasan Korupsi (RUU KPK) merupakan inisiatif
dirinya untuk memuluskan langkah Gibran Rakabuming Raka dan Bobby Nasution
dalam kontestasi politik. "Itu
karangan cerita. Semua orang bisa membuat karangan cerita," ujar Jokowi di
Solo, Rabu (16/2/2025). Jokowi
membantah tudingan bahwa dirinya terlibat dalam penyusunan RUU KPK demi
kepentingan politik anak dan menantunya. Menurutnya, revisi UU KPK merupakan
inisiatif seluruh fraksi DPR sejak 2015 dan bukan berasal dari dirinya. "Hubungannya
apa? Pakai logika. Masa revisi UU KPK dilakukan hanya untuk pemilihan wali kota?
Yang benar saja," tegasnya. Jokowi
kemudian menjelaskan kronologi pembahasan revisi UU KPK yang pertama kali
diajukan oleh DPR pada 2015, tetapi tidak dibahas karena ketidaksepakatan
dengan pemerintah. "Dari
2015 DPR sudah mengusulkan revisi ini ke Prolegnas. Namun, saat itu tidak ada
kesepakatan dengan pemerintah, jadi tidak dibahas," ujarnya. Pada
2016 hingga 2018, DPR kembali mengusulkan revisi, tetapi tetap tidak menemukan
titik temu. Baru pada 2019, seluruh fraksi DPR menyetujui revisi UU KPK dan
membawanya ke rapat paripurna DPR untuk disahkan. "Semua
fraksi di DPR setuju, lalu dibahas dan diketok palu di rapat paripurna atas
inisiatif DPR," jelas Jokowi. Terkait
Surat Presiden (Surpres) yang dikeluarkan untuk menyukseskan revisi UU KPK,
Jokowi menegaskan bahwa jika dirinya menolak, maka akan berkonflik dengan semua
fraksi di DPR. "Kalau
semua fraksi DPR setuju, lalu presiden menolak, maka itu sama saja bermusuhan
dengan semua fraksi," ujarnya. Namun,
ia juga menekankan dirinya tidak menandatangani revisi UU KPK tersebut,
meskipun dalam aturan perundang-undangan, setelah 30 hari, UU tetap berlaku
meski tanpa tanda tangan presiden. "Saya
tidak tanda tangan. Tapi aturannya tetap setelah 30 hari bisa berlaku,"
tandasnya. Tudingan
terhadap Jokowi muncul dalam video yang diunggah di kanal YouTube koreksi_org
pada Sabtu (22/2/2025). Dalam video tersebut, Hasto Kristiyanto menyebut Jokowi
bertanggung jawab atas revisi UU KPK yang disahkan pada 2019. Sumber:
Beritasatu.com
0 Comments