Menteri Pelindungan Pekerja Migran
Indonesia (P2MI), Abdul Kadir Karding, di acara Gelar Griya di kediaman Menteri
Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan
P/ Roeslani, di Jakarta Selatan, Selasa (1/4/2025). tirto.id/ Qonita Azzahra
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI),
Abdul Kadir Karding, meminta masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran
pekerjaan dengan gaji tinggi di sejumlah negara seperti Myanmar, Kamboja,
Thailand, dan Filipina. Sebab, negara-negara tersebut seringkali menjadi negara
tujuan kejahatan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Saya kalau selalu bilang,
sebaiknya untuk Myanmar, Kamboja, Thailand itu jangan ada yang berangkat kalau
untuk bekerja. Karena pasti kecenderungan kena TPPO," ujar dia, kepada
awak media, di acara Gelar Griya di kediaman Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, di Jakarta Selatan,
Selasa (1/4/2025).
Selain itu, Indonesia juga belum
memiliki kesepakatan penempatan pekerja imigran dengan ketiga negara tersebut.
Karenanya, perlindungan pekerja migran utamanya yang berangkat melalui jalur
ilegal, cukup sulit dilakukan.
“Kita sebenarnya negara belum punya
kesepakatan penempatan dengan beberapa negara itu. Jadi, sementara kalau saya
boleh melarang, saya larang," tegas Karding.
Sebelumnya Kementerian Luar Negeri
mengungkap tengah berusaha memulangkan sejumlah warga negara Indonesia (WNI)
yang diduga merupakan korban TPPO dari Nyawaddi, Myanmar. Berdasar data
otoritas setempat, jumlah WNI yang tercatat ada sebanyak 525 orang.
"Informasi dari pihak Myanmar
menyebut awalnya terdapat 395 WNI. Namun nota resmi (terbaru) dari Myanmar
menyatakan bahwa jumlah WNI tercatat mencapai 525 orang, ini angka yang sangat
besar," kata Direktur Pelindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri,
Judha Nugraha beberapa waktu lalu.
Sumber : tirto.id
0 Comments