Ticker

7/recent/ticker-posts

Header Ads Widget

Serang Iran, AS Tak Dapat Dukungan Negara Arab

 

Negara-Negara Arab Ini Tolak Jadi Landasan Jet Tempur AS Untuk Serang Iran.©merdeka.com

MAJALAHJURNALIS.Com - Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Kuwait, Qatar dan Uni Emirat Arab menolak menjadi landasan pacu bagi pesawat tempur Amerika Serikat (AS) untuk menyerang Iran. Akhir pekan lalu, Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengebom Iran.
 
Negara-negara tersebut menyampaikan kepada AS, mereka tidak akan mengizinkan wilayah atau wilayah udara mereka digunakan sebagai landasan untuk menyerang Iran, termasuk untuk pengisian bahan bakar maupun operasi penyelamatan. Hal ini diungkapkan seorang pejabat AS yang tidak ingin disebutkan namanya kepada Middle East Eye.
 
"Mereka tidak ingin diseret," kata pejabat tersebut, dikutip dari laman Middle East Eye, Rabu (2/4/2025).
 
Pejabat ini mengatakan AS merasa yakin bakal didukung negara-negara Teluk. Pemerintahan Trump telah merayu negara-negara Teluk untuk ikut serta saat meningkatkan kampanye "tekanan maksimum" terhadap Teheran.
 
Menanggapi larangan negara-negara Teluk, AS telah mengumpulkan pesawat pengebom B-2 di pangkalan Diego Garcia di Samudra Hindia, kata pejabat tersebut.
 
Ini bukan pertama kalinya para perencana perang Amerika mengandalkan posisi strategis Diego Garcia sebagai alternatif pangkalan udara Teluk. Selama akhir 1990-an, ketika AS mengebom Irak yang dipimpin Saddam Hussein dan Arab Saudi memberlakukan larangan, AS menggunakan pangkalan Kepulauan Chagos sebagai landasan peluncuran.
 
Informasi satelit sumber terbuka yang disediakan oleh Planet Labs awal pekan ini menunjukkan tiga pesawat pengebom B-2 di pangkalan AS. Akun sumber terbuka lainnya membagikan citra satelit yang menunjukkan setidaknya ada lima pesawat pengebom B-2 di pangkalan tersebut.
 
Pangkalan Kepulauan Chagos berada dalam jarak 5.300 kilometer dari Iran, jauh di dalam jangkauan pengisian bahan bakar B-2 sekitar 11.000 kilometer. B-2 mampu membawa bom "penghancur bunker" seberat 30.000 pon yang diperlukan untuk menembus situs nuklir Iran jauh di bawah tanah, yang dikenal sebagai Massive Ordnance Penetrator.
Sumber : Merdeka.com

Post a Comment

0 Comments