Ilustrasi
pengeboran minyak lepas pantai.@Antara/Hafidz Mubarak A
MAJALAHJURNALIS.Com (Jakarta)
- Harga minyak mentah dunia mengalami kenaikan hampir 2%
ke level tertinggi dalam lima minggu pada Senin (31/3/2025), dipicu oleh
kekhawatiran bahwa pasokan global dapat terganggu apabila Presiden Amerika
Serikat (AS) Donald Trump melanjutkan rencananya untuk menerapkan tarif
tambahan terhadap Rusia dan kemungkinan tindakan militer terhadap Iran.
Harga minyak mentah Brent mengalami
kenaikan sebesar US$ 1,11 atau 1,5% dan ditutup pada level US$ 74,74 per barel,
sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS naik US$ 2,12 atau
3,1% ke level US$ 71,48 per barel. Ini menjadi level penutupan tertinggi Brent
sejak 24 Februari dan level tertinggi WTI sejak 20 Februari.
Dilansir dari Reuters, Trump pada
Minggu (30/3/2025) menyatakan ia kecewa dengan Presiden Rusia Vladimir Putin
dan mempertimbangkan tarif sekunder sebesar 25%-50% kepada pembeli minyak Rusia
apabila ia menilai Rusia menghambat upayanya untuk mengakhiri konflik di
Ukraina. Ancaman ini menjadi faktor utama yang diawasi oleh para pelaku pasar
minyak, meskipun Trump mengisyaratkan belum ada rencana segera untuk
menerapkannya.
Rusia dan AS saat ini sedang menjajaki
kemungkinan penyelesaian damai untuk konflik di Ukraina. Sementara itu, China
dan India, sebagai pembeli utama minyak Rusia, memiliki peran penting dalam
menentukan efektivitas sanksi sekunder terhadap ekspor minyak Rusia.
Selain itu, Trump juga mengancam Iran
dengan serangan militer dan tarif sekunder apabila negara tersebut gagal
mencapai kesepakatan nuklir dengan AS.
Pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali
Khamenei menegaskan AS akan menghadapi konsekuensi serius apabila melanjutkan
ancamannya. Berbagai faktor ini yang membuat harga minyak mentah dunia naik.
Sumber : Beritasatu.com
0 Comments